Senin, 15 Oktober 2012

DISKUSI ETIKA LINGKUNGAN

2. Mengapa kini kita lebih peduli tentang perlakuan yang adil terhadap karyawan dari pada orang tua kita atau pendahulu kita?
Karena,Keberadaan kode etik keprofesian merupakan hal yang penting untuk diperhatikan. Hal ini terutama jika dikaitkan dengan besarnya tuntutan publik terhadap dunia usaha yang pada umumnya mengedepankan etika dalam menjalankan akivitas bisnisnya. Tuntutan ini kemudian direspon dengan antara lain membuat kode etik atau kode perilaku. Scwhartz (dalam Ludigdo, 2007) menyebutkan kode etik sebagai dokumen formal yang tertulis dan membedakan yang terdiri dari standar moral untuk membantu mengarahkan perilaku karyawan dan organisasi. Sementara fungsinya adalah sebagai alat untuk mencapai standar etis yang tinggi dalam bisnis (kavali., dkk, dalam Ludigdo, 2007). Atau secara prinsip sebagai petunjuk atau pengingat untuk berprilaku secara terhormat dalam situasi-situasi tertentu.

4. Mengapa etika perilaku perusahaan memimpin dapat mendatangkan keuntungan yang lebih tinggi?
Peningkatan persaingan membuat para akuntan publik dan profesi lain menjadi lebih sulit untuk berperilaku secara profesional. Meningkatnya persaingan membuat banyak kantor akuntan lebih berkepentingan untuk mempertahankan klien dan laba yang besar. Peningkatan persaingan juga menyebabkan banyak kantor akuntan menerapkan falsafah dan praktik yang sering disebut sebagai praktik bisnis yang disepurnakan. Hal ini meliputi penyempurnaan praktik penerimaan tenaga kerja dan personalia, manajemen kantor yang lebih baik, dan iklan yang lebih efektif.
Alasan yang mendasari diperlukannya perilaku profesional yang tinggi pada setiap profesi adalah kebutuhan akan kepercayaan publik terhadap kualitas jasa yang diberikan profesi, terlepas dari yang dilakukan secara perorangan. Bagi akuntan publik, sangat penting untuk meyakinkan klien dan pemakai laporan keuangan akan kualitas audit dan jasa lainnya. Sebagian pemakai tidak memiliki kompetensi dan waktu untuk melakukan evaluasi. Kepercayaan masyarakat tehadap kualitas jasa profesional meningkat jika profesi menunjukkan standar kerja dan perilaku yang tinggi.

 
6. Mengapa menjadi suatu faktor penting bagi klien agar akuntan profesional berperilaku etis?
Etika dalam auditing sangat penting karena hal ini merupakan suatu prinsip untuk melakukan proses pengumpulan dan pengevaluasian bahan bukti tentang informasi yang dapat diukur mengenai suatu entitas ekonomi untuk menentukan dan melaporkan kesesuaian informasi yang dimaksud dengan kriteria-kriteria adalah yang dilakukan oleh seorang yang kompeten dan independen. Profesi akuntan memegang peranan yang penting dimasyarakat, sehingga menimbulkan ketergantungan dalam hal tanggung jawab akuntan terhadap kepentingan publik. Kepentingan Publik merupakan kepentingan masyarakat dan institusi yang dilayani anggota secara keseluruhan. Ketergantungan ini menyebabkan sikap dan tingkah laku akuntan dalam menyediakan jasanya mempengaruhi kesejahteraan ekonomi masyarakat dan negara.
Profesi akuntan memegang peranan yang penting di masyarakat, sehingga menimbulkan ketergantungan dalam hal tanggung-jawab akuntan terhadap kepentingan publik. Dalam kode etik diungkapkan, akuntan tidak hanya memiliki tanggung jawab terhadap klien yang membayarnya saja, akan tetapi memiliki tanggung jawab juga terhadap publik. Kepentingan publik adalah kepentingan masyarakat dan institusi yang dilayani secara keseluruhan. Publik akan mengharapkan akuntan untuk memenuhi tanggung jawabnya dengan sebaik-baiknya serta sesuai dengan kode etik professional AKDA.

8. Haruskah para eksekutif dan direktur ditahan (dikirim kepenjara) atas tindakan karyawan perusahaan mereka?
Sanksi Pelanggaran Etika:
  1. Sanksi Sosial : Sanksi ini diberikan oleh masyarakat sendiri, tanpa melibatkan pihak berwenang. Pelanggaran yang terkena sanksi sosial biasanya merupakan kejahatan kecil, ataupun pelanggaran yang dapat dimaafkan. Dengan demikian hukuman yang diterima akan ditentukan leh masyarakat, misalnya membayar ganti rugi dsb, pedoman yang digunakan adalah etika setempat berdasarkan keputusan bersama.
  2. Sanksi Hukum : Sanksi ini diberikan oleh pihak berwengan, dalam hal ini pihak kepolisian dan hakim. Pelanggaran yang dilakukan tergolong pelanggaran berat dan harus diganjar dengan hukuman pidana ataupun perdata. Pedomannya suatu KUHP.
Jadi, apabila executive atau directors melakukan pelanggaran maka harus dihukum sesuai dengan besar kesalahan yang diperbuat.

10. Mengapa penting bagi seorang akuntan professional untuk memahami tren-tren etis yang telah dibahas dalam bab ini?
Etika secara harfiah bermakna pengetahuan tentang azas-azas akhlak atau moral. Etika secara terminologi kemudian berkembang menjadi suatu konsep yang menjelaskan tentang batasan baik atau buruk, benar atau salah, dan bisa atau tidak bisa, akan suatu hal untuk dilakukan dalam suatu pekerjaan tertentu. Istilah kode etik muncul untuk menjelaskan tentang batasan yang perlu diperhatikan oleh seorang profesional ketika menjalankan profesinya. Seperti halnya profesi-profesi yang lain, Akuntan juga mempunyai kode etik yang digunakan sebagai rambu-rambu atau batasan-batasan ketika seorang Akuntan menjalankan perannya. Pemahaman yang cukup dari seorang Akuntan tentang kode etik, akan menciptakan pribadi Akuntan yang profesional, kompeten, dan berdaya guna. Tanpa adanya pemahaman yang cukup tentang kode etik, seorang Akuntan akan terkesan tidak elegan, bahkan akan menghilangkan nilai esensial yang paling tinggi dari profesinya tersebut.

Karina / 22209316 / 4EB07

Kamis, 21 Juni 2012

Kunci Sukses Digital Marketing



Digital marketing merupakan salah satu tren marketing yang paling hot dibicarakan saat ini. Banyak brand berlomba-lomba menggunakan digital marketing, meskipun demikian banyak pula brand yang gagal dalam menggunakannya. Salah satu cara untuk mengetahui kunci sukses digital marketing adalah dengan mempelajari case study digital marketing yang berhasil.

Salah satu contoh digital marketing yang berhasil adalah Tesco atau Home Plus di Korea Selatan. Pasar Korea Selatan merupakan pasar yang sukar untuk ditaklukkan, bahkan Walmart dan Carrefour pernah mengalami kegagalan saat masuk ke pasar Korea Selatan. Home Plus menghadapi tantangan yang berat untuk mendominasi pasar Korea Selatan.

Home Plus berambisi untuk mengalahkan E-Mart dan menjadi market leader di Korea Selatan. E-Mart memiliki jumlah toko yang lebih banyak daripada Home Plus. Kondisi ini memaksa Home Plus mengembangkan channel strategy yang berbeda dari E-Mart.
Home Plus mengadakan riset secara mendalam mengenai perilaku penduduk Korea Selatan. Dari hasil riset, penduduk Korea Selatan merupakan penduduk dengan tingkat produktivitas yang tinggi, dan berbelanja merupakan salah satu aktivitas yang dibenci, karena dianggap merupakan aktivitas yang menghabiskan waktu mereka.

Korea Selatan merupakan negara dengan penetrasi internet yang tinggi—82,7% dan 40 juta pengguna internet. Di tahun 2009, hanya ada 470.000 pengguna smartphone di Korea Selatan. Pada Maret 2011, jumlah pengguna smartphone sudah mencapai 10 juta dan meningkat menjadi dua kali lipat (20 juta pengguna) di bulan Oktober 2011.

Berdasarkan data-data ini, Home Plus melakukan inovasi pada channel strategy mereka. Home Plus tidak menggunakan strategi konvensional dengan menambah jumlah toko, namun mereka berinovasi menggunakan digital channel. Home Plus meluncurkan ide “Let the store come to people”. Ide ini diwujudkan dengan menciptakan virtual store di subway. Virtual store ini memiliki tampilan yang mirip dengan tampilan di supermarket. Konsumen dapat membeli barang yang diinginkan dengan melakukan scanning QR code melalui smartphone. Home Plus akan segera mengantarkan barang yang dibeli ke rumah mereka dalam waktu singkat.

Digital campaign ini dilakukan dari November 2010–Januari 2011. Selama campaign ini, penjualan online Home Plus meningkat 130%, jumlah member meningkat 76%, dan 10.287 konsumen mengunjungi mobile site Home Plus melalui smartphone. Home Plus juga menjadi nomor 1 untuk online market dan nomor 2 di offline market.

Kunci sukses digital marketing Home Plus:
1. Pemahaman Customer Behavior
Inovasi yang dilakukan oleh Home Plus, berdasarkan data riset mengenai customer behavior di Korea Selatan. Home Plus memperoleh insight bahwa  penduduk Korea Selatan sibuk dengan pekerjaan mereka sehingga tidak memiliki banyak waktu luang. Penduduk Korea Selatan menganggap bahwa aktivitas belanja di supermarket atau toko ritel adalah aktivitas yang menghabiskan waktu mereka. Home Plus juga menemukan bahwa penduduk Korea Selatan “terpaksa“ membuang waktu ketika menunggu subway. Home Plus mengubah aktivitas menunggu subway menjadi satu pengalaman belanja yang menarik dan efisien.

2. Pemahaman Tren Industri dan Teknologi
Home Plus memutuskan untuk menggunakan virtual store karena Korea Selatan memiliki penetrasi internet dan penggunaan smartphone yang tinggi. Home Plus bisa membuat mobile site yang nyaman dan canggih untuk mendukung pembelian secara online. Hasilnya jumlah online sales meningkat 130%.

3. Solusi Kreatif
Solusi yang diberikan Home Plus bukan sekadar membuat mobile site, display di subway, dan menggunakan QR code untuk online shopping. Home Plus menawarkan solusi untuk menghemat waktu belanja dan cara baru berbelanja yang berbeda dengan kompetitor.

Kunci sukses digital marketing dapat dibagi dalam dua bagian besar. 
Bagian pertama adalah perencanaan yang baik; dan bagian kedua adalah proses eksekusi yang excellent. Marketer harus memiliki pemahaman yang mendalam saat membuat digital marketing plan. Digital marketing plan bukan hanya berisi channel yang akan digunakan, pesan yang disampaikan, berapa follower atau fans yang ingin diperoleh. Digital marketing plan harus disusun berdasarkan informasi landscape industri, tren industri & teknologi, customer behavior, dan buying process. Informasi ini akan membantu marketer untuk mengidentifikasi masalah yang dianggap penting oleh konsumen, menentukan digital marketing tools yang diperlukan, membuat solusi kreatif untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Proses eksekusi digital marketing juga harus dilakukan secara excellent, karena rencana yang baik tanpa pelaksanaan tidak akan menghasilkan apa pun.

sumber Oleh: Rendi Peterson – Digital Marketing Consultant Frontier Consulting Group

Lima Penyebab Digital Marketing Belum Berkembang di Indonesia



Meskipun penetrasi internet terus meningkat di Indonesia, namun kanal ini belum dimanfaatkan secara maksimal oleh para marketer di Indonesia. Padahal media ini merupakan sarana yang efektif untuk beriklan dan berkomunikasi dengan konsumen.

Belanja iklan online di Indonesia diperkirakan baru mencapai 40 juta dolar AS pada tahun 2010, atau hanya 1 persen dari total belanja iklan secara keseluruhan. Menurut Handi Irawan, Chairman Consulting Group, ada lima hal penyebab masih rendah belanja iklan online di Indonesia. Pemaparan Handi Irawan disampaikan dalam “Digital Marketing Conference 2011 di JW Marriott Hotel, Jakarta (10/8).

Apa saja penyebabnya?
Pertama, masih sedikitnya pengguna internet yang sophisticated.
Kedua, daya beli pengguna digital di Indonesia yang masih rendah.
Ketiga, minimnya pengetahuan tentang digital marketing dari para CEO dan CMO. “Digital bukan hanya tentang tools, apakah brand sudah punya akun Facebook atau Twitter, tapi juga butuh mindset dan perilaku dalam organisasi bisnis”, tandas Handi.
Keempat, masih lambatnya proses digitalisasi media konvensional menuju media digital.
Dan terakhir, belum adanya pengukuran yang jelas mengenai efektivitas digital marketing. “Sebenarnya bukan tidak ada, namun belum ada yang mau melakukannya. Padahal, pengukuran digital sangat mudah dibandingkan media konvensional,” jelas Handi.
Meski share belanja online nya masih kecil, Handi menegaskan tren digital marketing tidak bisa dibendung dan dalam lima tahun ke depan akan berkembang pesat di Indonesia.


 (Tony Burhanudin/www.marketing.co.id)

Minggu, 13 Mei 2012

Pancasila versi inggris








Pancasila is the ideological basis for the country of Indonesia. This name consists of two words from Sanskrit: penta meaning five and Sila means principle or principles. Pancasila is a formula and guidelines of national and state for all the people of Indonesia.


Five major joint authors of Pancasila is the Belief in God Almighty, just and civilized humanity, the unity of Indonesia, democracy led by wisdom of deliberation / representation, and social justice for all Indonesian people, and set forth in paragraph Preambule-4 (Opening) Act of 1945.


Despite the changes in content and sequence of five principles of Pancasila which took place in several stages during the formulation of Pancasila in 1945, June 1, celebrated as the birth of Pancasila.






  1. Belief in the one and only God
  2. Just and civilized humanity
  3. The unity of Indonesia
  4. Democracy guided by the inner wisdom in the unanimity arising out of deliberations amongst representatives 
  5. Social justice for the whole of the people of Indonesia




Pranala Luar : Wikipedia





The sukhoi crash


Thursday saw Russia's United Aircraft Corporation (UAC) lose 3.6 per cent on the Micex Moscow stock exchange. It has much to do with what happened 1700m up a craggy mountain thousands of miles away in Java. 
The new Sukhoi Superjet 100 was supposed to be the saviour of the Russian aviation industry, and nobody knows yet why the pilots made the deadly decision to take the demonstration plane down to below 2000m near Indonesia's Mount Salak, where it crashed.
But the faraway disaster likely left 50 passengers and crew dead and could spoil ambitions of newly reinstalled President Vladimir Putin, who is behind UAC's creation.
It was supposed to be one of the so-called "national champions" that will bring Mother Russia back to the greatness it once knew. 
UAC brought all of the country's state-owned aviation assets and manufacturers under one roof, with the idea of jumpstarting an economy that has not enjoyed any global share since the days of the USSR. 
Last year, Putin's right-hand man Dmitry Medvedev admitted with regret in a Kremlin Security Council meeting on aviation that Russia built just seven civilian aircraft in 2010. 
The Sukhoi Superjet 100 is a mid-haul passenger jet and is apparently good value for money at around $31 million per plane. A spokeswoman for the UAC, Olga Kayukova, said the aircraft was comfortable and spacious for its size for both passengers and crew. 
Most of the important parts are made by reputable foreign companies. The French made the avionics, Americans the wheels and brakes. Boeing has consulted on the plane.
Kayukova said there were no serious safety problems, though "some problems might not have been revealed through testing".
Superjet 100 does not appear to have been an easy bird to hatch. In February, Novayagazeta published an article pointing to spiralling production costs, paid for with massive state infusions of cash.
Many of the companies that have agreed to buy the aircraft are Russian airlines. Western airlines are noticeably absent from the order list. Alitalia pulled out of a $500 million deal for an order of Superjet aircraft and opted for Brazilian manufacturer Embraer because of delays in production. 
Alexander Golts, an industry expert, believes that Putin's UAC is a "Soviet parody" that fails in today's global market economy. 
"It's one of the biggest mistakes. In the Soviet Union there were a dozen military industrial ministries including the ministry of aviation. They all worked in a non-market situation. They were extremely ineffective," he said.
"At the end of the day, we have a plane. But it is more or less clear this plane will have tremendous problems with purchasers abroad."
Yet the Superjet 100 probably still has a future. If state-controlled UAC does follow the Soviet model, then just like in any classic planned economy, the project does not need to be commercially viable. It is the idea that counts. 
COMMENT :  Classic controlled descent into terrain. Bad weather, low altitude, high mountains, and an inept crew. It might be a problem with the pilot training culture in Russia. The USSR destroyed a perfectly good SST aircraft at the Paris Airshow because the pilot couldn't keep himself from "hotdogging" in front of a crowd. This seems more of the same.
It's likely a good aircraft with good bones. I understand the engine is having some minor shakedown issues common to a new design and the air con problem is pretty much addressed. But it's a decent aircraft that addresses the needs of the Asian marketplace. I hope they find the black boxes and are able to do an transparent analysis to show the reason.